Posted by : Nicholas Pandu Djiwandono Rabu, 25 Januari 2012

Setelah sekian lama merencanakan perjalanan ini, akhirnya jadi juga naik motor dari Bandung ke Jakarta. 
Setelah pada malam harinya ngambil kaos Laskar 11 di kostnya Isqim di daerah Plesiran, paginya saya langsung ngacir ke Jakarta.


Oh iya ini kaos Laskarnya...Thanks ya poni :3

Lanjut ke inti cerita. Pagi-pagi sekitar jam 5 lewat dikit, setelah sebelumnya sarapan, siap-siap, & berdoa agar selamat sampai di rumah, saya langung panasin motor sekitar 5 menit. Setelah motor dirasa siap, saya langsung memulai perjalanan ini.
Dari kost saya di daerah Cikutra, saya langsung menuju ke arah Pasteur, pastinya lewat layang Pasopati dengan kecepatan rata2 60 km/jam. Taernyata Bandung jam segitu dingin ya, apalagi naik motor. Tadinya saya berencana ngisi bensin di SPBU pasteur mengingat indikator bensin di motor saya menunjukan bahwa isi bensin di tangki udah gak full. Tapi ternyata saya kelewatan & gak jadi ngisi bensin.
Dari Pasteur saya ambil jalan ke arah Cimahi. Sebenernya lalu lintas di daerah Cimahi saat itu masih sepi banget, mungkin kecepatan saat itu bisa 60-80 km/jam, tapi karena saya belum tau rutenya, jadi saya harus pelan-pelan sekitar 40-50 km/jam, karena harus sering-sering liat rambu.
Dari Cimahi saya ambil jalur ke arah Padalarang. Beberapa kilometer sebelum masuk Padalarang, akhirnya saya memutuskan untuk ngisi bensin. Saya ngisi premium Rp6.000. Masuk Padalarang, jalanan mulai didominasi dengan tanjakan, turunan, tikungan, & truk. Di sini kecepatan cuma bisa 40-60 km/jam mengingat saya menggunakan motor bebek 100cc. Pemandangan sepanjang Padalarang cukup memanjakan mata, liukan-liukan jalan dihiasi oleh tebing batu & pepohonan hijau menjadi kenikmatan tersendiri. Selepas Padalarang menuju Cianjur, jalanan relatif lancar. Karena jalanan yang lurus, sesekali jarum spidometer menunjukan angka 100 km/jam, tapi mengingat safety riding, kecepatan saya turunkan jadi 80 km/jam. Selepas Cianjur, jalanan kembali didominasi dangan tanjakan, turunan, dan kelokan. Tanjakannya relatif lebih curam & panjang dibandingkan dengan tanjakan di Padalarang. Di sini caya lebih sering menggunakan gigi 3 atau 2 dengan kecepatan di kisaran 50 km/jam. Memasuki daerah Cipanas terjadi kemacetan dipasar Cipanas karena banyak angkutan umum yang ngetem. Namun selepas Cipanas, jalanan lancar namun cuaca mulai berkabut & udara semakin dingin, medanpun semakin menantang. Saat melewati puncak pas, kabut sangat tebal, jarak pandangpun sangat terbatas ditambah dengan angin yang berhembus cuku kencang membuat saya harus semakin berhati-hati. Secara umum tanjakan dari sebelum puncak pas sampai setalah Rindu alam cukup menantang buat motor bebek 100cc, beberapa kali saya harus menggunakan gigi 1. Namun selepas itu jalanan menurun, namun harus tetap waspada karena banyak tikungan tajam. Di daerah Cisarua terjadi sedikit kemacetan di daerah pasar Cisarua. Waktu tempuh dari Bandung sampai ke turun dari Puncak memakan waktu sekitar 2,5 jam. Selepas puncak saya mengambil rute ke arah Cimahi. Di SBPU di dearah Cimahi saya memutuskan untuk istirahat sejenak. Memasuki kota Bogor lalu lintas cukup padat. Namun jalanan di kota Bogor lebar-lebar di tambah banyak pohon sehingga perjalanan cukup menyenangkan. Namun memasuki Jalan Raya Jakarta-Bogor lalu lintas bisa dibilang tidak nyaman, selain karena banyaknya angkutan umum yang berhenti sembarangan, jalanan yang tak selebar jalanan di kota Bogor, serta ada proyek pemasangan pipa gas negara & banyaknya pasar saya harus menghabiskan waktu cukup lama. Dari Bogor sampai ke Cimanggis memakan waktu sekitar 1 jam lebih. Dari Cimanggis saya memutuskan untuk berbelok ke arah (*waduh saya lupa nama daerahya :v) pokoknya tembus di dekat GOR POPKI Cibubur. Saya lalu belok kiri ke arah Ciracas. Ya rute yang sering saya lewati saat SMA dulu ketika belajar bareng di rumahnya Eja. Saya lalu ambil jalan ke arah Cipayung lalu tembus Taman Mini dan akhirnya sampai di rumah saya tercinta di daerah Kampung Dukuh dengan selamat. Total waktu tempuh dari Bandung sampai ke rumah saya sekitar 4,5 jam dan saat saya melihat indikator bensin motor menunjukan setengan tangki kurang dikit. Hahaha ternyata motor saya benar-benar irit ya hahaha...


{ 2 komentar... read them below or Comment }

  1. Waah, thank's yah infonya. Insyaallah kamis besok ane jalan ke bandung dari jakarta. Sungguh bermanfaat.

    BalasHapus
  2. Oke sama2 gan
    Semoga lancar perjalanannya :D

    BalasHapus

Visitor

Followers

- Copyright © 2013 Perjalanan Panjang -Sao v2- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan- Modified by Nicholas Pandu D-